Oleh: Robbah Munjidin Ahmada[2]
Indonesia adalah negara majemuk. Beragam suku, bahasa,
adat-tradisi-budaya, dan agama menjadi penyangga bangunan Indonesia. Para tokoh
bangsa telah memberikan teladan bagaimana cara hidup, bermasyarakat,
mengajarkan makna bersatu dalam keragaman. Sisi ideal sebagai sebuah bangsa,
seperti yang disebut di atas, kini mendapati tantangan dari berbagai pihak.
Sebagai indikator, munculnya konflik antar supporter sepakbola, konflik antar
suku, dan paling parah konflik agama, menjadi potret yang akhir-akhir ini bukanlah
hal asing untuk ditemui.

