Oleh : Mochamad Irfansyah[1]
“Jangan cari AIR, carilah dahaga ~Jalaludin Rumi”
Dengan dahaga kau akan lebih mencintai AIR
Ketiadaan
aturan yang melarang laki-laki dan perempuan dalam pergaulan bebas pasti akan
menyebabkan bertambahnya gelora seksual. Jika gelora seksual ini tidak ditahan
dan selalu terfasilitasi maka akan pula menyebabkan hasrat jiwa dengan
kebutuhan seksual yang tidak mungkin terpuaskan. Jika demikian, artinya
kehausan akan naluri seksual pada dasarnya merupakan insting yang kuat dan
berakar. Semakin para pemuda-mudi menuruti kemauannya semakin bertambah pula
tuntutannya, seperti api yang bertambah kobarannya manakala dijejali kayu
bakar. Maka supaya api itu tidak bertambah besar kita perlu menahan diri untuk
tidak menjejalinya dengan kayu bakar atau memilih untuk memadamkannya.
Manusia
memang cepat terpicu gairahnya, dan tidak benar jika dikatakan bahwa manusia
dalam menerima rangsangannya mempunyai batas-batas tertentu yang membuat gairah
seksualnya hilang atau reda. Cinta yang terjadi -baik atas laki-laki maupun
perempuan- terhadap harta dan pangkat juga tidak ada batasnya dan tak akan
pernah merasa puas terhadap keduanya sedikit pun. Hal ini sejalan dengan
insting seksualnya. Jadi, tidak ada seorang laki-laki yang pernah puas melihat
wajah yang cantik dan tidak ada pula seorang wanita yang puas mencari simpati
hati laki-laki. Dan pula tidak ada hati yang puas terhadap hawa nafsu dan
kegemarannya.